MEDAN – Ketua Kelompok DPD di MPR RI dan juga Anggota DPD RI, Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, S. Sos., S.H., MSP., MH., CIRBC., CWC., menegaskan bahwa eksistensi negara sangat bergantung pada kualitas manusia yang menggerakkan organisasi di tingkat akar rumput. Hal ini disampaikannya dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Aula Hotel, Jl. S. Raja, Amaliun Kota Maksum, Medan, Senin (16/3/2026).
Di hadapan 150 peserta Pimpinan Daerah (PD) Al Washliyah se-Sumatera Utara, Senator yang akrab disapa Dedi ini menjelaskan bahwa tujuan utama kehadirannya adalah untuk memastikan saluran komunikasi antara wakil rakyat dan konstituen tetap terbuka lebar.
Menurut Dedi, memasyarakatkan nilai-nilai kebangsaan tidak bisa dilakukan dengan cara searah. Perlu ada budaya mendengar yang kuat agar Pancasila dan UUD 1945 benar-benar terasa manfaatnya dalam kehidupan bermasyarakat.
“Saya datang bukan untuk sekadar berceramah. Saya ingin membudayakan pola komunikasi di mana masyarakat merasa memiliki wakilnya di parlemen. Kita harus menjaring saran dan masukan langsung tentang bagaimana implementasi Bhinneka Tunggal Ika di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks ini,” ujar Dr. Dedi Iskandar.
Sorotan utama dalam pertemuan ini adalah munculnya kegelisahan peserta mengenai kualitas sumber daya manusia di tingkat bawah. Menanggapi pertanyaan mengenai cara meningkatkan kualitas pengurus di tingkat daerah, kecamatan, hingga ranting, Dedi memberikan pandangan strategisnya.
“Sebuah organisasi hanya akan sekuat ranting-rantingnya. Apa yang harus dilakukan? Pertama, kita harus melakukan standarisasi kompetensi. Pengurus di tingkat ranting tidak boleh hanya sekadar nama di SK, mereka harus dibekali pemahaman konstitusi yang matang karena merekalah yang bersentuhan langsung dengan umat setiap hari,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kualitas pengurus di tingkat bawah adalah cerminan dari kesehatan organisasi secara keseluruhan.
“Jika pengurus di tingkat ranting memiliki kualitas intelektual dan spiritual yang baik, maka narasi kebangsaan yang kita gaungkan di pusat akan sampai ke telinga masyarakat tanpa terdistorsi. Inilah cara kita menjaga NKRI dari bawah. Kita butuh pengurus yang militan, terdidik, dan paham bahwa ber-Al Washliyah adalah bagian dari jihad membela tanah air,” tambah Dedi.
Narasumber kedua, Mhd Zais Nasution, S.Pdi, turut menambahkan bahwa penguatan kualitas ini harus dibarengi dengan pemanfaatan teknologi informasi agar koordinasi antar tingkatan pengurus semakin solid.
Menutup narasinya, Dr. Dedi Iskandar Batubara berpesan agar momentum sosialisasi ini dijadikan titik balik bagi Al Washliyah se-Sumatera Utara untuk melakukan pembenahan internal yang masif.
“Jangan pernah remehkan peran pengurus di kecamatan atau desa. Mereka adalah wajah kita. Dengan meningkatkan kualitas mereka, kita tidak hanya membesarkan organisasi, tetapi kita sedang memperkokoh pilar-pilar kebangsaan kita di seluruh pelosok Sumatera Utara,” pungkasnya.


