Jepang Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Empat Orang Tewas

Jepang Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Empat Orang Tewas

Jakarta, 21 Juni 2025 – Jepang dilanda gelombang panas ekstrem yang belum pernah terjadi sebelumnya di awal musim panas pekan ini, memicu peringatan dari pemerintah setelah empat orang dilaporkan meninggal dunia, diduga karena heatstroke.

Di wilayah Kanto–Koshin, suhu melonjak di atas 35°C di 65 lokasi, dengan Kofu mencatat 38,2°C, Takasaki 37,7°C, dan Shizuoka 37,6°C.

Secara nasional, setidaknya 547 titik pengamatan mencatat suhu melebihi 30°C, termasuk Tokyo yang mencapai 34,8°C dan Osaka 33,4°C.

“Suhu saat ini jelas tidak normal,” kata Yukiko Imada, profesor di Departemen Riset Sistem Iklim Universitas Tokyo, kepada South China Morning Post.

Empat korban jiwa yang diduga meninggal akibat serangan panas semuanya merupakan lansia, termasuk seorang wanita berusia 96 tahun yang ditemukan tak berdaya di sebuah ladang di Prefektur Gunma dan kemudian dinyatakan meninggal.

Di Tokyo, rumah sakit menangani 169 pasien dengan gejala serangan panas pada tanggal 18 Juni, dan jumlah ini bertambah 57 pasien pada hari berikutnya, menandakan peningkatan beban pada fasilitas layanan kesehatan.

Di Atas Normal

Pihak berwenang mengeluarkan peringatan bahwa suhu yang jauh di atas normal diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir pekan ini. Sebagai antisipasi, lebih dari 500 titik penyejuk darurat telah didirikan di berbagai daerah terdampak.

Petugas layanan darurat menghimbau masyarakat, khususnya para lansia, untuk tetap beraktivitas di dalam ruangan, menjaga asupan cairan secara teratur, dan membatasi kegiatan di luar rumah yang tidak mendesak.

Menurut Badan Meteorologi, kondisi cuaca saat ini dipengaruhi oleh langit yang cerah serta angin yang lemah, akibat tekanan tinggi dari Samudra Pasifik.

Mereka juga memprediksi bahwa musim panas tahun 2025 kemungkinan akan mengalami suhu yang lebih tinggi dari rata-rata, menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi gelombang panas ekstrem yang mungkin terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

Fenomena panas ini mengikuti musim panas 2024 yang mencatat rekor suhu tertinggi sejak pengukuran dimulai pada 1898 di Jepang.

Pada musim panas tahun lalu, suhu rata-rata meningkat 1,76 derajat Celsius dibandingkan rata-rata periode 1991–2020, dan lebih dari 120 korban jiwa akibat serangan panas hanya di wilayah Tokyo sepanjang Juli 2024.

Para pakar memperingatkan bahwa gelombang panas yang datang lebih awal dan lebih intens ini kemungkinan akan semakin memburuk akibat dampak perubahan iklim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *