Medan – Dalam kegiatan Lokakarya di Hotel Santika Premiere Dyandra, Medan (15/7), Kelompok DPD di MPR RI mengusung tema Peran DPD RI dalam Penguatan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045.
Dihadapan para anggota Muslimat Al Washliyah, Dedi Iskadar Batubara selaku Ketua Kelompok DPD di MPR mengatakan pentingnya mempersiapkan generasi emas. Karena semuanya lahir dari rahim perempuan, tidak ada yang dari rahim laki-laki. Mereka yang mengurus, merawat dari mulai kecil dan mereka tahu apa yang disiapkan. Dari mulai makanan sampai isi kepala, keteladanan itu biasanya ibu-ibu yang menyiapkan kepada anaknya dari mulai awal.
Dedi Iskandar juga mengatakan bahwa visi emas 2045, Indonesia ingin menjadi negara maju dan keluar dari zona middle income trap, karena kalau pakai perspektifnya Bank Dunia, sebenarnya masyarakat Indonesia masih banyak yang miskin. Tapi kalau pakai perspektifnya BPS masih lumayan agak sejahtera.
“Kita ingin segera juga sejajar dengan negara-negara besar lainnya. Karena itu saya kira dengan populasi penduduk kita 286 juta jiwa mendekati angka 300 juta. Ini populasi yang sangat besar, nomor 4 terbesar di dunia setelah India, China, dan Amerika. Tentu kita mesti mempersiapkan dengan sebaik mungkin. Generasi terbaik kita untuk terus mempertahankan bangsa dan negara ini”, ungkap Dedi Iskandar yang juga anggota DPD dari Sumatera Utara.
Dedi Iskandar menambahkan pentingnya bangsa Indonesia mempersiapkan generasi unggul yang mampu mempertahankan kekayaan alam yang luar biasa yang dimiliki bangsa Indonesia. Sumber daya alam mesti di jaga dan terus diurus dengan baik. Agar kebermanfaatannya bisa dirasakan oleh anak cucu di masa-masa yang akan datang.
“Sumber daya alam ini sesungguhnya bukan punya kita. Ini warisan milik anak cucu kita. Jadi kita mesti jaga dan kita rawat dengan sebaik-baiknya. Dan kita tentu berterima kasih kepada Pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo yang berkomitmen untuk mengelola SDA untuk sebesar-besar kemanfaatan dan kebaikan bangsa dan negara”, ujar Dedi yang juga seorang akademisi
Menurut Dedi Iskandar penguatan keluarga perlu dibangun secara sehat, secara harmonis, dengan edukasi yang cukup sehingga bisa menjadi modal untuk berkompetisi di masa yang akan datang. Kalau keluarganya broken home, tentu pesimis menyiapkan generasi penerus yang mampu berkompetisi pada banyak hal di masa yang akan datang.
Oleh karena itu untuk menuju negara maju tahun 2045, 100 tahun dan satu abad Indonesia banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Seperti masih banyaknya anak usia 7 sampai 18 tahun tidak sekolah dan putus sekolah sejumlah 4 juta jiwa, kemudian angka stunting yang masih tinggi 19,8% sehingga masih butuh kerja ekstra keras lagi untuk mencapai target 14,2% pada 2029, masih ada 1 juta orang bermain judi online 71% dari kalangan masyarakat menengah ke bawah dengan usia rata-rata antara 20 hingga 40 tahun, peningkatan angka kejahatan yang dilakukan anak usia remaja tahun 2020 hingga 2023. Catatannya ada 2.000 anak bermasalah yang dihukum per Agustus 2023 dengan 1.467 anak berstatus tahanan, 526 menjalani hukuman sebagai narapidana.
“Melihat potret data tentu akan ada persoalan pada calon-calon generasi penerus bangsa di masa depan. Karenanya sebagai lembaga negara, DPD RI ingin ikut serta memberikan kontribusi dan berperan dalam rangka membantu Pemerintah menyelesaikan akar-akar persoalan tersebut dengan melakukan perbaikan dari hulunya, yaitu lingkungan keluarga”, terang Dedi Iskandar
Diakhir pengantar diskusi Lokakarya, Dedi Iskandar mengatakan bahwa DPD RI akan menjalankan fungsi pengawasannya untuk memastikan bahwa semua aktivitas penyelenggara negara yang berorientasi kepada penyiapan generasi emas di 2045 bisa berjalan dengan baik.
“Bagaimana pemerintah bisa menyiapkan sekolah yang terbaik yang bisa dijangkau oleh masyarakat bawah, menyiapkan gizi buat anak-anak, mendukung umkm dan usaha-usaha ekonomi rakyat dengan mendapatkan akses mudah dalam mendapatkan pinjaman modal dengan jaminan ringan”, tutup Dedi Iskandar
Dalam kegiatan Lokakarya Kelompok DPD di MPR dihadiri juga narasumber dari anggota DPD RI seperti H. Sudirman Haji Uma dari Dapil Aceh, Stefanus B.A.N Liow dari Dapil Sulawesi Utara, Sularso, dari Dapil Papua selatan, I Komang Merta Jiwa, dari Dapil Bali. Sedangkan narasumber dari pakar hadir Prof. Dr. Khadijah Guru Besar UIN Sumatera Utara, Dr. Raudatus Shafa, M Dosen UIN Sumatera Utara, dan Hj. Zubaidah Khan Sekretaris Pimpinan Wilayah Angkatan Putri Al Wahliyah Sumatera Utara


