Dedi Iskandar Batubara: Pelajar Adalah Aset Strategis Penentu Arah Bangsa

Dedi Iskandar Batubara: Pelajar Adalah Aset Strategis Penentu Arah Bangsa

MEDAN – Anggota DPD RI, Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, S.Sos., S.H., MSP., MH., CIRBC., CWC., menekankan bahwa kualitas pemimpin masa depan sangat bergantung pada kualitas diri pelajar saat ini. Hal tersebut disampaikannya dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Aula PW Al Washliyah Sumut, Jl. SM. Raja No. 144, Medan, Sabtu (28/3/2026).

Kegiatan ini bekerja sama dengan Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA) Sumatera Utara dan dihadiri oleh 150 peserta yang antusias mengikuti diskusi mengenai peran pemuda dalam ketahanan nasional.

Sejalan dengan misi memasyarakatkan komunikasi antara wakil rakyat dan konstituen, Dr. Dedi Iskandar memanfaatkan momentum ini untuk menjaring aspirasi dari kalangan pelajar. Beliau menegaskan bahwa membangun budaya komunikasi dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara harus dimulai dari generasi muda.

“Komunikasi yang kita bangun hari ini adalah investasi masa depan. Pelajar harus terbiasa menyampaikan pemikirannya kepada wakil rakyat agar nilai-nilai Pancasila dan konstitusi tetap relevan dengan tantangan zaman yang kalian hadapi,” ujar Dr. Dedi Iskandar.

Dalam sesi tanya jawab, para peserta dari Ikatan Pelajar Al Washliyah mempertanyakan alasan mendasar mengapa pelajar disebut sebagai aset bangsa dan apa peran krusial mereka dalam pembangunan. Menanggapi hal tersebut, Dr. Dedi Iskandar memberikan jawaban yang membakar semangat.

“Kalian adalah aset strategis yang akan menentukan arah bangsa di masa depan. Posisi penting dalam pemerintahan, ekonomi, dan sosial nantinya akan diisi oleh kalian yang duduk di sini hari ini. Kualitas diri kalian sekarang menentukan kualitas Indonesia di masa depan,” tegas Senator asal Sumatera Utara tersebut.

Beliau juga menambahkan bahwa pelajar memiliki keunggulan berupa pemikiran kritis dan kreatif yang sangat dibutuhkan untuk membawa inovasi.

“Masalah di masyarakat membutuhkan solusi baru, dan solusi itu ada pada kalian. Dengan pemikiran kreatif, pelajar harus menjadi mesin inovasi bangsa. Membangun karakter bangsa dimulai dari bagaimana kalian menggunakan kecerdasan untuk kepentingan masyarakat luas,” tambahnya.

Narasumber kedua, Ahmad Irham Tajhi S. Ag, turut memperkuat narasi dengan menekankan pentingnya moralitas dalam berbangsa. Senada dengan hal itu, Dr. Dedi Iskandar menutup sesinya dengan pesan mengenai integritas.

“Pembangunan bangsa bukan hanya soal infrastruktur, tapi soal pembangunan manusia. Sebagai aset bangsa, pelajar harus memiliki karakter yang kokoh di atas pondasi Empat Pilar Kebangsaan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *