Peran Strategis Teknologi Industri Pertanian UICI Menguatkan Program Makan Bergizi Gratis dan Ketahanan Pangan Nasional

Peran Strategis Teknologi Industri Pertanian UICI Menguatkan Program Makan Bergizi Gratis dan Ketahanan Pangan Nasional

Program Studi Teknologi Industri Pertanian Universitas Insan Cita Indonesia (TIP UICI) dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global yang kian kompleks.

Hal tersebut disampaikan Dr. Ir. Walneg S. Jas, M.M., dosen TIP UICI, dalam Webinar UICI Series Volume 14 dengan tema Makan Bergizi Gratis dalam Perspektif Agroindustri, Standar Teknologi, dan Peran Tenaga Profesional yang diselenggarakan pada Senin (09/02/2026).

Dalam paparannya, Walneg menjelaskan bahwa Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari perubahan iklim, disrupsi teknologi, dinamika geopolitik global, hingga risiko kegagalan memanfaatkan bonus demografi.

Tantangan-tantangan tersebut berpotensi memicu krisis pangan dan krisis multidimensi apabila tidak diantisipasi melalui kebijakan yang tepat dan penguatan sumber daya manusia.

Menurutnya, MBG merupakan salah satu kebijakan strategis negara yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi, tetapi juga memiliki dampak berlapis terhadap ekonomi dan sosial masyarakat.

Program ini mendorong tumbuhnya lapangan kerja di tingkat lokal, menggerakkan usaha petani, peternak, dan nelayan, serta memperkuat rantai pasok dan distribusi pangan.

“MBG menciptakan multiplier effect. Tidak hanya meningkatkan gizi, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi pangan yang melibatkan banyak sektor,” ujar Walneg.

Dalam konteks tersebut, Walneg menegaskan bahwa TIP UICI hadir sebagai bidang keilmuan yang sangat relevan. TIP UICI berperan dalam menjembatani kebijakan pangan nasional dengan kebutuhan industri dan implementasi di lapangan, mulai dari pengolahan hasil pertanian, efisiensi rantai pasok, hingga modernisasi teknologi industri pangan.

Ia menilai, TIP UICI memiliki keterkaitan langsung dengan berbagai agenda strategis nasional, seperti swasembada pangan, hilirisasi industri pertanian, modernisasi teknologi pertanian, serta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

“TIP UICI tidak hanya berbicara teori, tetapi menyentuh aspek yang sangat praktis, ekonomis, dan dibutuhkan masyarakat luas,” jelasnya.

Lebih lanjut, Walneg mengungkapkan adanya ruang kolaborasi erat antara TIP UICI dengan KPPG (Badan Gizi Nasional) dalam mendukung pelaksanaan MBG.

Bentuk kerja sama tersebut meliputi serial webinar tematik, riset di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), program magang mahasiswa TIP UICI di SPPG, pendampingan peningkatan kualitas proses, hingga pengembangan kurikulum khusus bagi relawan MBG.

Ia menambahkan, kebutuhan lulusan TIP UICI tersebar di berbagai daerah di Indonesia seiring dengan meningkatnya kebutuhan tenaga profesional di sektor industri pertanian, pangan, dan sistem pemenuhan gizi nasional.

“Penguatan TIP UICI adalah investasi jangka panjang untuk menyiapkan SDM unggul yang mampu menjawab tantangan pangan Indonesia ke depan,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *