Abdullah Puteh: Lulusan UICI Harus Jadi Kekuatan Moral dan Intelektual Bangsa

Abdullah Puteh: Lulusan UICI Harus Jadi Kekuatan Moral dan Intelektual Bangsa

Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Abdullah Puteh, menegaskan bahwa lulusan Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) memiliki tanggung jawab yang lebih luas dari sekadar capaian akademik.

Ia menyampaikan, sebagai bagian dari keluarga besar KAHMI, para wisudawan UICI merupakan insan cita yang tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki idealisme, kepekaan sosial, serta komitmen kebangsaan yang kuat.

Menurutnya, dalam konteks kekinian, Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul secara pengetahuan, tetapi juga berkarakter dan berintegritas.

“Sebagai bagian dari keluarga besar KAHMI, kami memandang lulusan UICI memiliki tanggung jawab yang lebih dari sekadar kompetensi akademik. Saudara-saudara adalah insan cita, manusia yang memiliki idealisme, kepekaan sosial, dan komitmen kebangsaan,” ujar Abdullah Puteh dalam prosesi wisuda UICI di Auditorium BKKBN, Jakarta Timur, Rabu (22/04/2026).

Ia juga mengingatkan bahwa para lulusan saat ini hidup di tengah era disrupsi yang ditandai dengan perubahan cepat di berbagai bidang, mulai dari teknologi, ekonomi, hingga sosial.

Namun demikian, ia menekankan bahwa nilai-nilai keindonesiaan, keislaman, dan kemanusiaan harus tetap menjadi fondasi utama dalam menghadapi dinamika tersebut. Para lulusan, kata dia, dituntut untuk mampu menjembatani antara ilmu dan amal, serta antara gagasan dan tindakan nyata.

“Dalam konteks kekinian, Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan zaman,” katanya.

Lebih lanjut, Abdullah Puteh berpesan agar para wisudawan tetap menjaga idealisme, namun tetap membumi dalam menjalani peran di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa di masa depan, lulusan UICI tidak hanya akan berperan sebagai profesional, tetapi juga sebagai pemimpin di berbagai lini kehidupan, mulai dari keluarga, masyarakat, hingga bangsa.

“Para wisudawan yang saya banggakan, jagalah idealisme namun tetaplah membumi. Di masa depan saudara tidak hanya dituntut menjadi profesional, tetapi juga pemimpin-pemimpin keluarga, masyarakat, dan bahkan bangsa kita,” ujarnya.

Ia menambahkan, keluarga besar KAHMI meyakini bahwa alumni HMI dan Insan Cita akan terus menjadi kekuatan moral dan intelektual dalam pembangunan Indonesia.

“Kami percaya bahwa alumni HMI dan keluarga besar Insan Cita akan terus menjadi kekuatan moral dan intelektual dalam pembangunan Indonesia yang adil, makmur, dan berkeadaban. Majelis Nasional KAHMI berharap lulusan UICI hari ini akan menjadi arus besar perubahan bangsa kita,” tegasnya.

Dalam prosesi wisuda tersebut, UICI meluluskan sebanyak 56 wisudawan dari berbagai program studi. Sejumlah lulusan terbaik turut mendapatkan apresiasi atas capaian akademiknya. Dewi Nirmalasari dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Program Studi Bisnis Digital dengan IPK 3,89, disusul Eko Hariadi dari Program Studi Komunikasi Digital dengan IPK 3,78.

Sementara itu, Tania Vergawita menjadi wisudawan terbaik Program Studi Sains Data dengan IPK 3,85, dan Asep Dera Purnama sebagai wisudawan terbaik Program Studi Informatika dengan IPK 3,71. Adapun penghargaan wisudawan berprestasi diberikan kepada Aisha Fabella dari Program Studi Komunikasi Digital.

Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) / BKKBN, Wihaji, Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, serta Kepala LLDikti Wilayah III (DKI Jakarta), Henri Togar Hasiholan Tambunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *