Batang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 7 Universitas Diponegoro (UNDIP) menginisiasi program pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Sempu, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, selama bulan Juli 2025.
Program ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi langsung kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan rutin warga, seperti arisan PKK, pengajian, dan pertemuan RT. Mahasiswa memanfaatkan pendekatan ini untuk menyampaikan pentingnya memilah sampah sejak dari rumah, serta membedakan jenis sampah organik, anorganik, dan sampah bernilai jual. Respon warga yang antusias terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi selama sesi berlangsung.
Pasca sosialisasi, Tim KKN-T berkoordinasi dengan empat kepala dusun untuk menentukan lokasi percontohan pemilahan sampah. Berdasarkan hasil musyawarah, Dusun Tengah dipilih karena dinilai paling siap, baik dari sisi partisipasi warga maupun dukungan pemerintah setempat. Program ini kemudian mulai dijalankan dengan pembagian plastik sampah berwarna sesuai kategori jenis sampah.
Masing-masing rumah di Dusun Tengah menerima tiga jenis plastik berbeda warna, yakni hijau untuk sampah organik, kuning untuk anorganik, dan hitam untuk sampah bernilai jual. Pembagian dilakukan secara door to door agar mahasiswa dapat sekaligus memberikan penjelasan langsung kepada setiap keluarga mengenai cara pemakaian plastik tersebut.
Selama empat pekan, mahasiswa rutin melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program. Monitoring dilakukan dengan mengunjungi rumah-rumah warga serta mengecek kondisi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Dusun Tengah. Hasil awal menunjukkan tren positif, meskipun masih ada warga yang belum sepenuhnya paham cara memilah sampah dengan benar.
Banyak warga, terutama ibu rumah tangga, menyambut baik program ini. Mereka mengaku terbantu dengan adanya sistem pemilahan yang lebih jelas dan praktis. Kepala Dusun Tengah, Puji Waluyo, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif mahasiswa KKN, dan berharap kegiatan ini dapat berlanjut serta diterapkan di dusun lain di Desa Sempu.
Pendekatan komunikatif menjadi kunci keberhasilan sosialisasi. Mahasiswa menggunakan bahasa yang mudah dipahami serta menyisipkan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini membuat materi lebih mudah diterima warga, khususnya oleh ibu-ibu yang memiliki peran penting dalam pengelolaan rumah tangga.
Tim KKN-T UNDIP juga menyadari bahwa perubahan kebiasaan tidak bisa instan. Oleh karena itu, selain edukasi, mereka juga fokus pada pendampingan masyarakat agar proses transisi menuju budaya memilah sampah dapat berlangsung secara bertahap dan berkelanjutan.
Program ini menjadi bagian dari kontribusi UNDIP dalam pembangunan desa berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat. Tak hanya berfokus pada teori, mahasiswa turun langsung ke lapangan dan menjadikan masyarakat sebagai mitra aktif dalam setiap tahapan kegiatan.
Sebagai penutup, Tim KKN-T akan menyusun laporan evaluasi dan rekomendasi yang akan diserahkan ke pemerintah desa. Harapannya, program ini tidak berhenti saat KKN selesai, tetapi dapat dilanjutkan dan direplikasi ke wilayah lain. Desa Sempu pun diharapkan mampu menjadi contoh pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri dan berwawasan lingkungan.


