Oleh: Muhammad Akhiri, Ketua Umum LAGRIAL
Kemarahan rakyat yang meluas saat ini bukanlah sekedar reaksi atas perilaku anggota DPR yang bebal, mudah tersinggung terhadap kritik, dan bahkan meledek publik, Itu hanya pemantik. Sesungguhnya, amarah rakyat telah lama dipendam karna berbagai himpitan ekonomi yang kian berat, lapangan kerja yang sulit, kebijakan negara yang semakin jauh dari rasa keadilan, serta pejabat publik yang hidup penuh kemewahan namun miskin nurani.
Rakyat telah berubah. Era keterbukaan membuat semua menjadi transparan. Kebutuhan dasar adalah hak paling fundamental. Karena itu, pemerintah wajib berbenah dengan menghadirkan kebijakan yang benar-benar pro-rakyat. Bukan sekedar dalih efisiensi dengan menaikkan pajak, sementara tunjangan pejabat publik terus naik dan kemewahan dipertontonkan tanpa malu.
Presiden sebagai Kepala Negara harus memastikan pemerintahan berjalan dalam kontrol konstitusional. Demokrasi tidak mungkin hidup tanpa pengawasan. Kekuasaan tanpa oposisi struktural hanya akan mendorong lahirnya pemerintahan otoriter. Konsep trias politica lahir untuk memastikan adanya mekanisme kontrol antar cabang kekuasaan. Pengawasan parlemen bukanlah ancaman persatuan, melainkan amanat konstitusi.
Ketika “parlemen ruangan” gagal menjalankan fungsi kritik, maka “parlemen jalanan” hadir sebagai konsekuensi sejarah. Inilah yang kini bangkit kembali, sebagaimana terjadi di masa reformasi yang pernah disaksikan langsung oleh Presiden.

Agenda Mendesak untuk Perubahan:
Peradilan Etik bagi Penyelenggara Negara
Pejabat publik yang merendahkan rakyat harus dapat diadili secara etis. Kanal ini akan menyalurkan kemarahan publik dengan cara konstitusional.
Reformasi Kepolisian yang Serius, dimulai dengan menindak tegas aparat yang terlibat dalam peristiwa tragis yang menimpa almarhum Affan Kurniawan. Reformasi kelembagaan Polri tidak bisa berjalan tanpa revolusi struktural.
Kebijakan Ekonomi Pro-Rakyat Susun ulang kebijakan fiskal dan ekonomi. Hentikan beban pajak berlebihan pada rakyat kecil sementara pejabat menikmati kemewahan.
Kepada kawan-kawan demonstran: fokuslah pada isu kebijakan negara, jangan terjebak benturan dengan aparat. Benturan hanya akan melemahkan tujuan gerakan dan mengalihkan pokok masalah.
Kepada aparat keamanan: bersabarlah, hormati demonstran. Mereka bukan musuh, melainkan saudara sebangsa. Jangan nodai tangan dengan darah rakyat sendiri.
Selanjutnya, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum Affan Kurniawan. Perjuangan rakyat adalah perjuangan konstitusional, dan pemerintah wajib mendengarkan suara rakyat.


