Kreatif! Mahasiswa KKN Undip Ajak Warga Menabung Lewat Sampah Anorganik Acara Bank Sampah yang dilaksanakan oleh Mahasiswa KKN Undip Tim 7 di Desa Rejosari Barat, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah

Kreatif! Mahasiswa KKN Undip Ajak Warga Menabung Lewat Sampah Anorganik

Batang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim 7 Universitas Diponegoro (Undip) yang tengah melaksanakan pengabdian dengan menggelar kegiatan bertajuk Bank Sampah Minggu di Desa Rejosari Barat, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Minggu (20/07/2025).

Kegiatan ini mengajak masyarakat setempat untuk menyetorkan sampah anorganik yang kemudian dikonversi menjadi saldo tabungan. Program ini merupakan bentuk nyata dari implementasi ekonomi sirkuler di tingkat desa.

Masalah sampah masih menjadi tantangan besar dalam kehidupan masyarakat modern, termasuk di wilayah pedesaan. Volume sampah yang terus meningkat dan pengelolaannya yang belum optimal dapat mengancam kesehatan lingkungan dan keberlangsungan hidup generasi mendatang. Mahasiswa KKN Undip menyadari bahwa solusi inovatif dan edukatif sangat dibutuhkan untuk mengubah pola pikir masyarakat terhadap sampah.

Bertolak dari urgensi tersebut, Tim 7 KKN Undip mengusung tema “Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Ekonomi Sirkuler untuk Mendukung Desa yang Sehat dan Bebas Sampah.” Tema ini dipilih untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah di Desa Rejosari Barat, yang hingga kini masih bergantung pada metode pembakaran sebagai cara utama menghilangkan sampah rumah tangga.

Pembakaran sampah secara terbuka tidak hanya mencemari udara, tetapi juga menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa KKN Undip yang terdiri dari 11 orang lintas disiplin ilmu ini berinisiatif mengenalkan konsep Bank Sampah sebagai solusi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan memberikan manfaat ekonomi langsung kepada warga.

Dalam pelaksanaannya, warga desa diundang untuk membawa berbagai jenis sampah anorganik seperti kardus bekas, botol plastik, botol kaca, dan kertas tak terpakai. Sampah yang disetorkan akan ditimbang dan dicatat oleh tim KKN, kemudian dikonversi ke dalam nilai uang sesuai kesepakatan harga dengan mitra pengepul sampah. Setiap warga yang berpartisipasi menerima voucher sebagai bukti tabungan mereka di Bank Sampah.

Saldo dari hasil penyetoran sampah akan terus dicatat hingga mencapai jumlah tertentu yang bisa dicairkan. Dengan sistem ini, warga diajak untuk menabung secara tidak langsung melalui pengelolaan sampah, sehingga memunculkan kesadaran bahwa sampah memiliki nilai ekonomis jika dikelola dengan bijak dan konsisten.

Program ini disambut antusias oleh warga Desa Rejosari Barat. Selain mendapatkan manfaat ekonomi, warga juga merasakan dampak positif terhadap kebersihan lingkungan. Sampah yang biasanya berserakan atau dibakar kini mulai dikumpulkan dan dipilah untuk dijadikan tabungan. Pola hidup bersih pun perlahan mulai terbentuk dari kebiasaan baru ini.

Kegiatan Bank Sampah ini merupakan bagian dari pendekatan edukatif dan partisipatif yang diterapkan mahasiswa KKN Undip. Selain menjalankan program utama, mereka juga memberikan penyuluhan mengenai bahaya pembakaran sampah serta pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Edukasi ini menjadi bagian penting dalam membangun perubahan perilaku masyarakat secara berkelanjutan.

Penyerahan bingkisan dari Tim Mahasiswa KKN Undip kepada warga yang telah menyetorkan sampah dalam program Bank Sampah

Dengan pendekatan yang inovatif dan solutif, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi model pengelolaan sampah di desa-desa lain. Mahasiswa KKN Undip membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sampah bukan lagi sekadar limbah, tetapi aset yang jika dikelola dengan tepat, bisa menyokong kesejahteraan warga dan menciptakan desa yang bersih serta sehat.

(*) Penulis : Adira Khania

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *