Batang – Tim 7 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro mengadakan kegiatan edukasi lingkungan di SDN Pujut 01, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, pada Rabu (23/07/2025). Program ini menyasar siswa kelas 4 hingga 6 dengan materi pemilahan dan pemanfaatan sampah melalui pendekatan edukatif dan kreatif.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program tematik KKN Undip yang berfokus pada isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah. Edukasi dilakukan dengan metode interaktif agar siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Terdapat tiga rangkaian kegiatan utama dalam program tersebut, yaitu edukasi pemilahan sampah, fun game edukatif, dan art therapy dari limbah plastik. Masing-masing kegiatan dirancang untuk mendorong kesadaran siswa dalam memilah dan mengelola sampah secara bertanggung jawab.
Siswa kelas 5 dan 6 mendapatkan edukasi langsung mengenai jenis-jenis sampah, seperti sampah organik, anorganik, dan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Materi ini disampaikan oleh Grace Stevani Br Ginting, mahasiswa KKN yang juga menjadi fasilitator sesi tersebut.
Setelah pemaparan materi, Ahmad Surya Aji memandu kegiatan fun game pemilahan sampah untuk membantu siswa memahami penerapan konsep secara praktis. Lewat permainan yang menyenangkan, siswa belajar memilah sampah dengan cepat dan tepat.
Sementara itu, siswa kelas 4 mengikuti sesi art therapy yang dipandu oleh Nadia Yuni Kamila. Dalam kegiatan ini, siswa diajak mengolah sampah plastik seperti bungkus makanan menjadi karya seni dengan cara menempelkan potongan plastik sesuai pola gambar.
“Program ini bertujuan membantu siswa dan siswi menyalurkan kreativitas melalui seni sekaligus mengolah limbah plastik menjadi karya yang bermanfaat,” ujar Mila, koordinator kegiatan art therapy.
Kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Para siswa terlihat aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari edukasi, permainan hingga praktik seni. Guru-guru pun turut memberikan dukungan dan mengapresiasi semangat siswa dalam kegiatan tersebut.
Pihak sekolah menyambut positif inisiatif ini. Menurut para guru, metode yang digunakan sangat efektif dalam membangun pemahaman dan kepedulian lingkungan di kalangan siswa, terutama karena disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan aplikatif.
Melalui program ini, Tim 7 KKN-T Undip berharap dapat menanamkan kebiasaan baik dalam pengelolaan sampah sejak dini. Mereka juga mendorong agar keterlibatan sekolah dan masyarakat terus ditingkatkan untuk menciptakan budaya memilah dan mendaur ulang sampah secara berkelanjutan.


