LANGKAT – Ketua Kelompok DPD di MPR RI, Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, menegaskan organisasi Islam memiliki peran penting dalam menyukseskan cita-cita Indonesia Emas 2045 melalui penguatan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI. Hal itu disampaikannya saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Pimpinan Daerah Al Washliyah Kabupaten Langkat di Aula Kantor Bupati Langkat, Sumatera Utara, Jumat (14/2/2026).
Kegiatan sosialisasi yang diikuti sekitar 150 peserta tersebut bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. hadir juga narasumber lainnya yaitu Drs. H. Syahrial, MZ.
Dalam pemaparannya, Dedi menekankan bahwa organisasi Islam seperti Al Washliyah memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan melalui dunia pendidikan.
“Sosialisasi Empat Pilar ini penting untuk memperkuat karakter bangsa. Al Washliyah memiliki peran besar dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda, terutama melalui lembaga pendidikan,” kata Dedi.
Menurutnya, penguatan nilai kebangsaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kita ingin generasi muda tidak hanya memahami agama, tetapi juga memahami Pancasila, menghormati keberagaman, dan memiliki semangat persatuan. Inilah inti dari Empat Pilar,” ujarnya.
Dedi menjelaskan, keberhasilan Indonesia di masa depan sangat bergantung pada kesiapan generasi mudanya hari ini.
“Kalau kita ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045, maka generasi mudanya harus dipersiapkan dari sekarang. Mereka harus dibekali ilmu pengetahuan, karakter, dan nilai-nilai kebangsaan,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa organisasi Islam memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga keutuhan bangsa melalui penguatan nilai-nilai Empat Pilar.
“Al Washliyah harus menjadi garda terdepan dalam menjaga Pancasila, menjaga NKRI, dan merawat persatuan. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Dalam sesi dialog, peserta menanyakan langkah konkret organisasi Islam dalam menyiapkan generasi unggul. Menanggapi hal itu, Dedi menekankan pentingnya transformasi pendidikan.
“Organisasi Islam harus melakukan transformasi pendidikan, menggabungkan nilai spiritual dengan kompetensi global. Dengan begitu, generasi kita akan mampu bersaing tanpa kehilangan jati diri bangsa,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Empat Pilar bukan sekadar konsep, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan nyata.
“Empat Pilar tidak boleh berhenti pada sosialisasi. Nilai-nilainya harus diimplementasikan dalam pendidikan, organisasi, dan kehidupan sehari-hari,” ungkap Dedi.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi. Mereka aktif berdiskusi dan menyampaikan pandangan terkait peran organisasi Islam dalam menjaga nilai kebangsaan.
Dedi berharap, melalui sosialisasi tersebut, Al Washliyah semakin memperkuat komitmennya dalam membangun generasi yang berkarakter.
“Saya berharap Al Washliyah terus menjadi mitra strategis dalam memperkuat Empat Pilar dan melahirkan generasi yang siap membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju dan bermartabat,” tutupnya.
Kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan MPR RI untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.


