Universitas Muhammadiyah Banten kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui keberhasilan dua dosennya dalam meraih pendanaan Hibah RisetMu Batch XI yang diumumkan oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengumuman resmi tersebut tercantum dalam surat bernomor 2015/I.3/D/2025 yang dirilis pada 15 November 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Diktilitbang Muhammadiyah menyampaikan bahwa para penerima hibah tahun ini dinyatakan “Layak dan Lolos untuk didanai” setelah melalui tahap seleksi dan penelaahan oleh reviewer nasional. Dua dosen UMBanten yang dinyatakan lolos adalah Meki Polanda, S.Hum., M.Hum. dan Siti Nahriah Aprianti, S.Pd., M.Pd., masing-masing dengan topik riset yang berfokus pada isu digital dan penguatan kompetensi pendidikan.
Dosen Program Studi Sastra Arab, Meki Polanda, M.Hum, berhasil mendapatkan pendanaan melalui riset berjudul “Perubahan Makna Leksikal dalam Judul Berita Online Berbahasa Arab: Kajian Semantik di Era Digitalisasi Media”. Penelitian ini menyoroti dinamika perubahan bahasa Arab dalam pemberitaan digital, yang menjadi fenomena penting seiring perkembangan platform media berbasis internet.
Sementara itu, Siti Nahriah Aprianti memperoleh hibah melalui penelitian bertema “Akses Digital, Pelatihan Online, dan Efikasi Teknologi dalam Meningkatkan Motivasi Mengajar”. Proyek penelitian ini menitikberatkan pada peningkatan kualitas guru melalui pemanfaatan teknologi dan pelatihan daring, yang menjadi kebutuhan mendesak di tengah transformasi digital dunia pendidikan.

Dalam surat resmi yang diterbitkan, Diktilitbang Muhammadiyah juga menegaskan bahwa seluruh peneliti yang dinyatakan lolos diwajibkan memperbaiki proposal sesuai catatan reviewer, sebelum penandatanganan kontrak dan pencairan dana tahap pertama. Informasi teknis lebih lanjut disampaikan melalui sistem resmi risetmu.or.id serta layanan Humas RisetMu.
Rektor UM Banten, Mohamad Subchan, S.Kom., M.Kom, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, hibah penelitian eksternal dapat membantu kampus menjaga produktivitas akademik di tengah keterbatasan pendanaan internal.
“Hibah riset eksternal dapat menjadi solusi ketika dana internal kita masih sangat terbatas. Bagaimanapun, kampus harus tetap menghidupkan atmosfer akademik dengan cara melakukan penelitian,” ujar Subchan.
Ia berharap keberhasilan ini dapat mendorong lebih banyak dosen UM Banten untuk mengajukan proposal riset dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.


