Paguyuban Asep Dunia Tegaskan Komitmen Pendidikan dan Penguatan Karakter Bangsa

Paguyuban Asep Dunia Tegaskan Komitmen Pendidikan dan Penguatan Karakter Bangsa

Presiden Paguyuban Asep Dunia (PAD), Asep Jaelani menegaskan bahwa Paguyuban Asep Dunia memiliki perhatian besar terhadap dunia pendidikan sebagai bagian dari visi besar organisasi.

Hal tersebut ia sampaikan dalam webinar yang diselenggarakan Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) dengan tema “Dari PAD untuk Indonesia” pada Selasa (10/02/2026).

“Kita itu sebetulnya berkaitan dengan masalah pendidikan luar biasa. PAD ini punya visi terwujudnya Paguyuban Asep Dunia yang berdaya, bermanfaat, dan berintegritas,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa visi tersebut diwujudkan melalui empat pilar utama. Pilar pertama adalah agama, dengan misi meningkatkan kualitas Paguyuban Asep Dunia yang agamis. Pilar kedua berfokus pada optimalisasi kesalehan sosial serta menjaga dan merawat budaya yang sesuai dengan norma dan aturan.

Pilar ketiga adalah meningkatkan kemandirian ekonomi berbasis potensi anggota Asep. Sementara pilar keempat menekankan peningkatan sumber daya Asep yang cerdas dan sehat.

“Barangkali misi yang keempat ini berhubungan dan juga nyambung sekali kalau berkaitan dengan UICI,” jelas Asep Jaelani.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas sistem perkuliahan berbasis teknologi yang diperkenalkan UICI. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital membuka peluang besar dalam memperluas akses pendidikan.

“Kami Paguyuban Asep Dunia menyambut baik informasi perkuliahan yang disampaikan oleh UICI. Ini menunjukkan bahwa teknologi ini luar biasa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Asep Jaelani menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam menghadapi perkembangan digital dan kecerdasan buatan (AI). Ia menyebutkan bahwa seluruh elemen memiliki peran strategis dalam memastikan transformasi digital berjalan secara bertanggung jawab.

“Mengenai digital ini, pertama harus bicara holistik. Artinya semua punya peran masing-masing. Pemerintah harus memiliki regulasi yang melindungi rakyatnya, jangan sampai membuat aturan-aturan yang mengakibatkan teknologi ini menjadi terjerat, apalagi dengan adanya AI,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa sektor swasta, termasuk perguruan tinggi seperti UICI, berperan dalam menghadirkan inovasi. Sementara itu, masyarakat khususnya anggota Paguyuban Asep Dunia perlu membangun pola pikir yang kritis, kreatif, dan beretika.

“Yang ketiga, masyarakat khususnya Paguyuban Asep Dunia harus memiliki pemikiran yang kritis, kreatif, dan beretika,” tambahnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *