DELI SERDANG – Di tengah derasnya arus informasi digital yang berpotensi mengikis jati diri anak muda, penguatan ideologi negara menjadi harga mati. Hal inilah yang melatarbelakangi digelarnya Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bertajuk “Memperkuat Ideologi Pancasila” yang berlangsung di Aula PC Al Washliyah Hamparan Perak, Deli Serdang, Ahad (8/2/2026).
Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB ini merupakan hasil kerja sama strategis dengan SMK Al Washliyah Hamparan Perak. Sebanyak 150 peserta, yang didominasi oleh kalangan pelajar dan tenaga pendidik, tampak memenuhi ruangan di Jalan Pahlawan Usman Umar tersebut.
Narasumber utama, Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, S. Sos., S.H., MSP., MH., CIRBC., CWC., memberikan pemaparan yang segar dan relevan dengan dunia pendidikan kejuruan. Beliau menegaskan bahwa Pancasila jangan hanya dianggap sebagai teks sejarah yang kaku.
“Pancasila itu ibarat operating system dalam ponsel pintar kalian. Jika OS-nya rusak, aplikasi apa pun tidak akan berjalan baik. Begitu juga bangsa ini; sehebat apa pun teknologi dan ekonomi kita, jika ideologi Pancasilanya rapuh, maka negara ini akan crash atau lumpuh,” ujar Dr. Dedi Iskandar dengan gaya bahasa yang mudah dimengerti para siswa.
Beliau menambahkan bahwa bagi siswa SMK yang dipersiapkan untuk dunia kerja, integritas berdasarkan Pancasila adalah nilai tambah (value) yang paling dicari.
“Kalian adalah calon tenaga kerja ahli. Namun ingat, perusahaan tidak hanya butuh orang pintar, tapi butuh orang jujur dan punya jiwa gotong royong. Sila kelima tentang keadilan sosial harus dimulai dari cara kalian berbagi peluang dan bekerja sama di ruang kelas,” tegas Senator asal Sumatera Utara tersebut.
Dalam sesi yang juga diisi oleh narasumber kedua, Muh Masykur S. Pd., Dr. Dedi mengingatkan para pelajar untuk bijak bersosial media agar tidak terpapar paham yang bertentangan dengan konsensus berbangsa.
“Jangan biarkan jempol kalian menjadi pintu masuk radikalisme. Di luar sana, banyak narasi yang mencoba membenturkan agama dengan negara. Sebagai kader Al Washliyah, kalian harus membuktikan bahwa menjadi muslim yang taat adalah dengan menjadi warga negara yang menjunjung tinggi hukum (UUD 1945),” tambahnya disambut riuh tepuk tangan peserta.
Menutup orasinya, Dr. Dedi Iskandar Batubara memberikan pesan penutup yang sangat kuat bagi para pengurus dan siswa di Hamparan Perak.
“Saya tidak ingin kalian menghafal Pancasila hanya untuk ujian sekolah. Saya ingin kalian mempraktikkannya. Saat kalian melihat teman yang kesulitan, bantulah; itulah Pancasila. Saat kalian menghargai guru dan orang tua, itulah Pancasila. Ideologi ini harus mengalir dalam darah dan tindakan nyata, bukan sekadar pajangan di dinding kelas,” pungkasnya.
Muh Masykur S. Pd. selaku narasumber kedua juga menambahkan bahwa pendidikan karakter berbasis nilai kebangsaan akan menjadi program prioritas di lingkungan SMK Al Washliyah untuk memastikan lulusannya memiliki daya saing nasional tanpa kehilangan identitas lokal.


