Wujudkan SDGs 12 melalui Edukasi 3R, Mahasiswa KKN Tematik 81 Universitas Diponegoro Ajak Siswa SD Desa Amongrogo Daur Ulang Tutup Botol Bekas Edukasi PHBS dan One Student One Tumbler kepada Siswa SDN 02 Amongrogo

Wujudkan SDGs 12 melalui Edukasi 3R, Mahasiswa KKN Tematik 81 Universitas Diponegoro Ajak Siswa SD Desa Amongrogo Daur Ulang Tutup Botol Bekas

BATANG – Mahasiswa KKN Tematik 81 Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar kegiatan edukasi pengelolaan sampah berbasis prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) bagi siswa sekolah dasar di Desa Amongrogo, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang. Melalui kegiatan yang dikemas secara interaktif, para siswa diajak memahami pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mempraktikkan pemanfaatan tutup botol plastik bekas menjadi gantungan kunci yang bernilai guna. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Kegiatan berlangsung di SDN 02 Amongrogo pada 18 Juli 2026 dan dilanjutkan di SDN 01 Amongrogo pada 20 Juli 2026. Sebanyak 36 siswa berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, terdiri atas 26 siswa kelas III–VI SDN 02 Amongrogo dan 10 siswa kelas IV SDN 01 Amongrogo. Seluruh peserta mengikuti rangkaian edukasi dengan antusias melalui metode pembelajaran yang komunikatif dan menyenangkan, sehingga materi mengenai pengelolaan sampah dapat dipahami dengan lebih mudah.

Program ini merupakan bagian dari Program Multidisiplin (Interdisipliner) KKN Tematik 81 Universitas Diponegoro bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga melalui Edukasi dan Pendampingan Aktif”. Program tersebut berfokus pada peningkatan kesadaran, pengetahuan, serta partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga secara berkelanjutan melalui pendekatan edukatif.

Selain mendukung SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penerapan prinsip 3R dan pemanfaatan limbah menjadi produk yang bernilai, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyelenggaraan edukasi lingkungan yang interaktif bagi siswa sekolah dasar.

Materi edukasi disampaikan oleh mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Rana Ayesha Nazira dari Program Studi Hukum menjelaskan pentingnya tanggung jawab masyarakat dalam pengelolaan sampah. Lingga Lathifa dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja memberikan pemahaman mengenai bahaya limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) rumah tangga beserta cara penanganannya. Selanjutnya, Siti Nurhayati dari Administrasi Publik mengenalkan gerakan One Student One Tumbler sebagai upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, sedangkan Syifaul Jannah dari Keperawatan memaparkan hubungan antara pengelolaan sampah dengan penerapan PHBS.

Untuk meningkatkan pemahaman siswa, tim KKN juga menyediakan media pembelajaran berupa tempat sampah yang telah diklasifikasikan berdasarkan jenis sampah. Tempat sampah berwarna hijau digunakan untuk sampah organik, kuning untuk sampah anorganik, dan merah untuk limbah B3 rumah tangga. Setelah mendapatkan penjelasan, para siswa langsung mempraktikkan cara memilah sampah sesuai kategori yang benar.

Foto Bersama dengan Siswa SDN 01 Amongrogo

Suasana pembelajaran semakin menarik ketika siswa mengikuti praktik mendaur ulang tutup botol plastik bekas menjadi gantungan kunci. Tutup botol yang telah dikumpulkan dipilah berdasarkan warna, dipotong menjadi bagian-bagian kecil, kemudian diletakkan di dalam baking paper. Selanjutnya, potongan plastik dipanaskan menggunakan setrika hingga meleleh dan menyatu. Setelah dingin, hasilnya dicetak menjadi berbagai bentuk dan dipasangi ring gantungan sehingga menghasilkan gantungan kunci yang unik dan dapat dimanfaatkan kembali. Melalui praktik ini, siswa memperoleh pengalaman langsung bahwa limbah plastik masih memiliki nilai guna apabila diolah secara kreatif.

Pemilihan siswa sekolah dasar sebagai sasaran program didasarkan pada pentingnya membangun karakter peduli lingkungan sejak usia dini. Pengenalan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) diharapkan mampu membentuk kebiasaan positif, mulai dari memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tematik 81 Universitas Diponegoro tidak hanya memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga menanamkan kesadaran dan kepedulian lingkungan kepada generasi muda. Diharapkan, pengetahuan dan kebiasaan baik yang telah diperoleh para siswa dapat terus diterapkan sehingga berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan di Desa Amongrogo maupun di lingkungan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *